karawang – Bekasi

images

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.

Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir

Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi

(1948)
Brawidjaja,
Jilid 7, No 16,
1957

Ayahanda socrates

Socrates

Socrates yang terkenal bijak di masanya suatu hari didatangi seorang pemuda yang ingin menjadi arif seperti Socrates.

“Saya ingin mengetahui segala sesuatu yang bapak ketahui!” seru pemuda tersebut.

“Kalau memang begitu keinginanmu”, kata Socrates, “ayo ikut bapak ke sungai.”

Dengan penuh rasa ingin tahu, pemuda itu mengikuti Socrates menuju sungai yang ada di ujung kota. Sementara mereka duduk di tepi sungai, Socrates berucap,”Coba lihat baik-baik sungai ini, apa yang kamu lihat?”

“Saya tidak melihat apapun”, kata pemuda itu.

“Lihatlah lebih dekat lagi”, kata Socrates.

Ketika pemuda itu mencondongkan dirinya ke arah sungai, tiba-tiba Socrates menjenggut kepala pemuda itu dan memasukkannya ke dalam air sungai. Pemuda itu meronta-ronta, tetapi cengkraman Socrates yang kuat membuat kepalanya tetap terendam. Ketika kira-kira pemuda itu sudah tidak tahan lagi, barulah Socrates menariknya dan membaringkannya di tepi sungai.

Sambil terbatuk-batuk dengan nafas tersenggal, pemuda itu mengomel, “Bapak gila ya? Mau membunuh saya ya?

Ketika kepalamu terbenam tadi, apa yang paling kamu inginkan?” tanya Socrates.

“Ya sudah jelas aku ingin bernafas!” sentak pemuda itu.

“Jangan pernah keliru menganggap kearifan itu mudah didapatkan, anak muda”, kata Socrates.

“Kalau kamu memang bersungguh-sungguh ingin belajar kearifan sebagaimana kamu ingin bernafas barusan, baru cari bapak lagi ya.”

89898943.jpg

*********

:: Kisah di atas diambil dari buku: “7 Kebiasaan Remaja yang Sangat Efektif” Karya Sean Covey. Buku saya dulu ketika ABG…hehehe. Inilah buku pertama saya yang merubah cara pandang saya terhadap hidup.

:: Socrates adalah seorang filosof klasik yang hidup pada tahun 470SM – 339SM di Athens, Yunani.

:: Beberapa petuah dari Socrates:

- Kenalilah dirimu.

- Siapa yang bersyukur dengan yang sedikit dialah yang terkaya, karena bersyukur adalah esensi kekayaan.

- Berbohong tidak saja buruk bagi mereka, tetapi juga meracuni jiwa dengan keburukan.

- Iri hati adalah borok dari jiwa.

- Menikahlah. Jika engkau mendapatkan istri yang baik, engkau akan bahagia; jika engkau mendapatkan yang buruk, engkau akan menjadi seorang filosof.

- Aku tidak mengetahui apapun kecuali fakta akan kebodohanku.

- Jika seorang manusia bangga atas kekayaannya, sepatutnya ia tidak dipuji hingga diketahui bagaimana ia menggunakan kekayaannya.

- Biarkan dia yang ingin merubah dunia, merubah dirinya terlebih dahulu.

- Kearifan sejati hadir pada diri kita masing-masing ketika kita menyadari bahwa betapa kecilnya pemahaman kita mengenai hidup, diri kita, dan dunia di sekeliling kita.

- Hidup yang belum teruji, bukanlah hidup yang bernilai.

- Kebijaksanaan bermula dari keingintahuan.

- Hanya ada satu kebaikan, yaitu ilmu, dan satu keburukan, yaitu kebodohan.

- Dia yang tidak bersyukur dengan apa yang dimilikinya, tidak akan pernah bersyukur dengan apa yang ingin dimilikinya.

- Ingatlah, tidak ada kondisi manusia yang menetap. Sehingga engkau tidak terlalu bergembira dalam kondisi bahagia maupun tidak terlalu bersedih dalam kondisi duka.

- Waktu keberangkatan telah tiba dan kita berjalan masing-masing; Aku mati, dan engkau hidup. Siapakah yang lebih baik? Hanya Tuhan yang mengetahui.

- Berbudi pekerti luhur adalah keindahan dari jiwa.

Rasa Tanggungjawab

salam LUAR BIASA, ! kali nih saya akan mengutip sebuah motivasi dari sang Motivator No.1 Indonesia yaitu Andrie Wongso, jangan sampai salah sebut Andrianto ya…. he… he…

Kenapa tema ini saya angkat karena Rasa Tanggung jawab saat ini lahan-perlahan tapi pasti telah menurun, saya pun melihat dan mengalami, so silahkan membaca dan ngak lupa…

Salam LUAR BIASA!!!.

****

Suatu hari, seorang tenaga marketing di bidang keuangan mengeluh dengan putus asa. “Seumur hidup saya akan merasa bersalah karena telah menyebabkan nasabah rugi besar. Apalagi jika sampai ada yang meninggal karena itu. Aduh rasanya saya mau mati saja,” katanya. Perusahaan tempatnya bekerja ternyata tidak mampu mengembalikan uang nasabah, sesuai perjanjian. Bukan hanya bunga yang tidak dibayar, bahkan pokoknya pun telah menyusut hingga 20 persen karena situasi market yang bergejolak turun.

Hampir setiap kali bicara di telepon, dia menangis ketakutan dikejar rasa bersalah dan memikirkan para nasabah yang pasti membencinya. “Kali ini, habislah saya. Mangkok nasi saya sudah terbalik. Saya trauma mau mencari kerja lagi. Pikiran saya kacau. Kalau ada apa-apa dengan nasabah gara-gara uangnya di sini nggak balik, matilah saya. Huhuhu… Bagaimana ya, Pak? Saya yang bujuk nasabah untuk investasi di sini, tapi sungguh Pak, saya tidak tahu kalau menejemennya amburadul seperti ini. Saya tidak pernah berniat mencelakai siapapun, tapi hari ini, huhuhu… justru orang-orang yang percaya kepada saya yang saya celakai.”

Sambil bercanda, si penerima keluhan menjawab, “Lho, jangan mati dulu dong. Kalau kamu orang yang bisa dipercaya dan bertanggung jawab, justru harus tetap hidup dan menghadapi masalah ini. Tunjukkan bahwa kamu tidak akan lari dan akan membantu menyelesaikannya hingga beres. Jika kamu sudah maksimal membantu, tetapi nasabah tetap tidak puas (karena rugi besar), itu risiko yang harus kamu tanggung. Nggak perlu marah-marah sendiri. Nasabah mau marah dan benci, itu adalah hak mereka. Siapa pun yang dirugikan sebesar itu, boleh marah kok, sangat manusiawi.”

Ia melanjutkan bicaranya. “Mereka belum tentu membenci kamu secara pribadi, tetapi situasi yang tidak nyaman menyebabkan harus ada orang yang bisa dijadikan tempat untuk mereka marah. Ya kamulah orang yang paling tepat buat sasaran. Tetapi sebenarnya, setiap orang harus bertanggung jawab pada keputusannya sendiri! Saat nasabah menandatangi perjanjian, dengan sadar, tidak ada orang yang memaksa dia untuk ikut kamu kan? Jadi, jika kamu udah mengupayakan semaksimalnya, sisanya serahkan pada Yang Di Atas. Itu sudah di luar kendalimu. Jangan percaya kalau ini adalah akhir dunia, alias kiamat. Setiap pekerjaan yang kamu kerjakan dengan hati dan niat baik, pasti ada jalan yang terbuka. Hari ini nasabahmu mungkin sekitar 50 orang. Padahal di luar sana masih ada puluhan orang lain calon nasabah. Nah, ke depan, hati-hati memilih tempat kerja, teliti dulu. Tegakkan kepala dan bersikaplah optimis karena hidup harus berlanjut!”

Teman-teman yang luar biasa,
kita mungkin pernah merugikan orang lain dengan tidak sengaja, hingga orang lain menderita. Tetapi yang paling utama adalah kita sadar secara tulus bahwa kita tidak ada hati secara sengaja untuk merugikan orang lain. Selain itu, kita harus berani bertanggung jawab, membantu, dan menghadapi situasi itu sampai tuntas.

Seorang ilmuwan besar Albert Einstein (1879-1955) mengatakan, “The price of greatness is responsibility” (harga sebuah kebesaran ada di tanggung jawab). Mempunyai rasa tanggung jawab adalah mutiara kehidupan. Dengan rasa tanggung jawab yang besar, kita ambil hikmah dan pelajaran pahit, serta tetap berani berjalan ke depan dengan optimis aktif!

Hari Ter -Enjoy

Hari yang paling asik menurut gue adalah hari minggu kemarin 19 APRIL 2009 coz lepas dari rutinitas gue yang selama ini teratur gu jalanani. Biasanya sih bina adik-adik pramuka penegak di Sma gue dulu, karena besoknya ada unas jadi extra di liburin. Hal yang lain kenapa kemarin ngk enjoy coz pramuka di sma ngk asik lagi,mungkin adik-adik gue lagi pada gila kekuasaan dan cari pacar jadix kayak gt deh, bikin jenuh jadix ( nah tu kan gue jenuh lagi). Hari nih pun jadwal kegiatn gabungan ama pramuka bahaudin terpaksa di batalin, terpaksa pembinax rombak semua kegiatanx, sebenerx aq disuruh datang bantu adik-adiknya dan bolak-balik telepon ke hp gu tapi ngk gu angkat, soryyy deh sobat berikan pada diri ku ini untuk enjoy.

Jadwal hari minggu udah tak rencakan baik-baik dari semalaman, kegiatan pertama gue mau jogging di masjid agung,terus bersih-bersih rumah sampai siang n ngerjakan tugas kuliah deh. Tapi semua kegiatan yang udah tak rancang benar-benar berubah drastis, gue disuruh ibu ikut pengajian generasi muda di sidoarjo. Yang tak tahu setiap pengajian ada hal baru yang di informasikan dan di bagi. Berangkatlah gue am si adik ku yang manis, mau Unas Smp tp masih aja aktivitas luar ngk mau berhenti, niru sapa sih…..

Setelah gue tiba di tempat pengajian rasanya kangen banget ama tempat ini,udah lama sih ngak kesini. Tempat yang gue kunjugi ini adalah sebuah pondok pesantern di pinggiran kota sidoarjo, emang ngk terlalu besar tapi banyak banget yang datang coz yang ikut se-Kab.sidoarjo semua lo… Abis parkir sepeda motor gue menuju ke masjid ama nganterin adik cari temenx tapi depan masjid, coz ada peraturan ngk boleh anak cowok saling berpandangan ama cewek, pada hal mubazir ya…. he… he… just kidding.

Gue melihat depan masjid ada hamparan matras, tu lo buat pertandingan karate atau pencak silat. Wah ada apa lagi nih, abis lhat tu gue menuju panitia buat registrasi, masuk deh ke masjid. Wah ternyata udah mulai…. emang nih gue ama adik berankatx jam 9 an dan ngodain adik “mw ke royal am ngaji kok pke pakaian pesta”. Gue buka deh AL quran coz waktu tuh bahas tentang sebuah kesulitan Rassullah di saat perang bersama kaumnya dan inti yang gue ambil adalah kita harus sabar meskipun banyak tekan dan msalah menimpah. Subnallah…

Bersyukur baget gue hadir di pengajian nih, di saat gue sedang jenuh dan banyak kepentingan di pramuka penegak, gue dapat pencerahan. Rasax cepat banget pembahasan materi Al Q ur’an, semua yang ada di masjid di seluruh keluar ama pihak panitia, wah ada apa ya!!!??. Ternyata lihat atraksi pencak silat, nah tu kan baru tw bwt apa matras di depan td. selagi menuju ke masjid gue ketemu ama temen Sma gue, wah kagen banget ama sobat gue satu nuh, temen seperjungan n temen berbagi lagi, ternyata dia sekarang nih kerja di pabrik farmasi jadi distibuto, oke sobat terusin perjuangan kamu. Udah di depan masjid gue lihat atraksi seni pencak silat yang dinamakan ASAD,rasax jadi inget karate yang memperagakan seni bela diri, ngak jauh bedalah ama pencak silat. Semua kegiatan di depan masjid udah selesai dan kembalilah semua ke dalam masjid. Di dalam masjid udah ada dua Lcd yang menyala dan siap-siap untuk mempresentasikan sesuatu. Dan datang lah beberapa orang, mereka adalah orang-orang dari Polda Jatim yang berkonsentrasi pada bidang urusan narkoba . Dijelasin deh tentang narkoba,,,, uh rasax udah sering materi tentang narkoba, yang belum tu praktek. Ha… ha… jangan sampek deh. Semua kegiatn pengajian telah kelar, ada hal baru yang gue dapet dari isi materi tentang narkoba meskipun udah sering sih. Rasax capek banget tapi yang pasti gue puas banget dan ngak jenuh tentunya.

Rutinitas bagi ku adalah semua musuh, buat semua kegiatan baru agar dapat menambah pegalaman dan kawan, ada banyak hal yang positif yang harus kita kerjakan. Ngapain pusing – pusing kamu harus ngurusin hal yang ngak bisa buat kamu berkembang (bukan pramuka), ngapaian kita harus membuat masalah demi sebuah kekuasaan yang ngk jelas mw membawa kemana kita dan mengangap diri kita yang paling hebat pada hal ngk. Ayo bung kamu masih muda gentel dong. Berikan waktu pada dirimu untuk memahami diri kamu sendiri. Meskipun kamu punya masalah, di musuhin orang, kamu harus yakin tuh demi kebaikan bersama. Seperti ulasan Al Quran di atas kita harus sabar dan Lah tahzan….

Api Unggun

campfire_small.jpg

Suatu malam sang mursyid bertemu dengan beberapa muridnya, dan mengatakan kepada murid-muridnya untuk mendirikan kemah berikut dengan api unggun agar mereka dapat duduk dan berbincang-bincang. “Jalan ruhani ialah seperti api yang terbakar di depan kita,” katanya. “Seseorang yang ingin menyalakan api harus berhadapan dengan asap yang tidak nyaman yang menyebabkannya sulit untuk bernafas dan rasa perih di mata. Seperti itulah keimanannya dibangun. Bagaimana pun, tatkala apinya menyala, asapnya menghilang, dan apinya menerangi segala sesuatu di sekelilingnya — memberikan kehangatan dan ketenteraman.” “Tetapi bagaimana jika seseorang menyalakan api untuknya?” tanya salah satu muridnya. “Dan juga jika seseorang membantu kita menghindari asapnya?”
“Jika seseorang melakukan hal itu, dia adalah mursyid yang palsu. Seorang mursyid memiliki kemampuan untuk menyalakan api kapan pun dia inginkan, atau memadamkannya kapan pun ia mau. Dan karena dia tidak pernah mengajarkan seseorang bagaimana caranya untuk menyalakan api, kemungkinan dia akan meninggalkan setiap orang dalam kegelapan.”

*********

Mursyid: Seorang pembimbing di jalan ruhani.

UTS telah berakhir

Rabu tanggal 15 april sebagai akhir dari Ujian tengah semester (UTS), ujian yang di mulai senin,6 april 2008 sebagai pemanasan bagi mahasiswa Upn menjelang UAS yang tinggal 1 bulan lagi, yang diperkirakan dimulai bulan juni.

Uts di semester 2 nih bagi saya, sangat menguras tenaga dan pikiran ketimbang di semester 1. banyak hal yang harus di evaluasi, bukan hanya tentang waktu belajar, mungkin tentang ber Muhasabah diri juga.

saat ini saya di tentukan oleh 2 pilihan yang bisa menganjal dalam hati. entah kpan bisa saya selesaikan, tapi yang pasti kuliah tetap nomor satu.

Kepada kawan-kawan Qu, ayo semangat, akhir Uts bukan dari segalanya, banyak tantagan kedepan yang masih menghadang.

Moga aja Uas kedepan nilai saya lebih baik dan IPK pun bisa meningkat. hanya dengan tekad yang kuat dan semangat yang tak pernah putus asa, semoga saya tak pernah ragu dalam menjalini.

Impessa scout

p0040

Kami berdiri atas nama kekeluargaan dan diciptakan dari nilai kebersamaan. dikala kami masih terbentuk kami bercita-cita agar pramuka Wachid Hasyim yang telah membesarkan kami dan belajar segala hal dalam menilai perjuangan hidup, dapat berkembang lebih baik. Kami yang terdiri dari orang-orang yang punya kemauan,semangat persaudaraan dan keinginan kuat, tidak akan bisa melupakan kenangan indah dalam nilai kekeluargaan yang kami angkat. Kami menyebut nama kami dengan Impessa Scout , di bawah ini adalah sebagian kecil sifat dan kesan pribadi.
Kami terdiri dari 12 orang diantaranya adalah

  • Agus :

Orang yang satu ini adalah pradana di Pramuka Wh (Masak sih!!!), kata Impessa  yang lain orang nih usil dan gokil abisss. tapi seorang Thinker ( Einstein kali). Ia masih aktif dalam kepengurusan Dewan kerja Ranting dan SAKA .

  • Indri :

Orang nih biasa dipanggil Ibu sama Impessa atau Kenyut ia juga adalah ketua pramuka putri. kebiasaan orang nih ngemil dan cerewet bangeeeeeeeeeett. Tapi rapat tanpa orang ini bagai th tanpa gula   Coz punya ide yang seabrek.

  • Huda :

Orang nih biasa dipanggil abah tapi paling keren dipanggil embah. Menurut Impessa kebiasaan orang nih Gondooan tapi paling jago kalau urusan cewek ( Ajarin dong Gue!!!).Tapi di pramuka Ia paling jago mengatur barisan dilapangan ( ya iyalah baris kan dilapangan masak di kamar kecil).

  • Via :

Cewek nih suka banget baca novel ( Ya Iyalah kan anak bahasa gt), Dulu ia ngk pandai banget berbicara di depan umum tapi sekarang cerewetnya minta ampun.

  • Kumbang :


Cowok nih sukanya berkomedi di depan audiens, Biasanya dipanggil adit. punya pengalaman menarik di waktu Ldks Oskar dan harus di ceritain. sory ngak ada sinyal.

  • Fajri :

Orang satu nih punya panggilan Bojes, Ia punya sesuatu yang menarik dan kenangan manis di saat kemah di Wono salam, tapi pemikiran dan debat membuat orang lain kagum. ( kami Rindu senam otaknya).

  • Fahmi

orangnya baik tapi sering ngres, dia bisa diajak kerjasama, meskipun jarang datang di latihan yang  baiknya adalah semangatnya selalu ada.


Mungkin hanya beberapa saja yang tidak tersebut. Artikel ini kami dedikasikan utuk adik-adik kami agar selalu terinspirasi dan punya semangat juang seperti kami yang tak kan pernah lelah walaupun KAMI TAK LAGI MENJADI YANG TERBAIK, bagi kawan kawan
Impessa Scout yang belum tercantum kami ngapunten ngeeh!!!. Hidup Scout Wh Lanjutkan mimpi – mimpi kami….

Tugas kelas sore

oke2Pada nilai X YANG TERAKHIR TERTULIS 3,2,4,6,7,8 tapi seharusnya 2,3,4,6,7,8. demikian ralat dan mohon maaf.

banyak sekali kekurangan, dan mohon bimbingan dari pak cahyo.

Pungkas Tri Baruno Pahlawan Gerakan Pramuka

Pahlawan Pramuka
 
Pungkas Tri Baruno, anggota Gerakan Pramuka yang meninggal dunia di 
Gunung McKinley, Alaska, merupakan contoh teladan bagi kaum muda di 
Indonesia. Pungkas telah membuktikan bahwa kaum muda Indonesia masih 
tetap mempunyai semangat dan kemampuan, sehingga berhasil mencapai puncak gunung setinggi 20.320 kaki.

Walaupun cuaca kurang bersahabat, karena berangin cukup kencang dan suhu 
udara mencapai minus 25 derajat Celcius, Pungkas dan Hartman Nugraha, 
keduanya Pramuka Penegak dari Kwartir Cabang Jakarta Barat, berhasil 
mencapai puncak Mt McKinley setinggi 20.320 kaki dan mengibarkan bendera 
Merah Putih serta bendera Tunas Kelapa, lambang Gerakan Pramuka.

John A Loomis, petugas penjaga gunung dan sekaligus petugas kesehatan 
Taman Nasional Denali, yang juga meliputi kawasan Gunung McKinley 
melaporkan, setelah mengibarkan bendera Merah Putih, Pungkas, Hartman 
Nugraha, dan dua pemandu, turun gunung menuju /camp/ di ketinggian 
17.400 kaki.

Namun, sepuluh menit menjelang tiba di /camp/, Pungkas jatuh terduduk. 
Dia mencoba bangkit, tetapi jatuh dan pingsan.

Dua pemandu segera melakukan pertolongan dengan pernapasan buatan. Upaya 
menolong dilakukan hampir satu jam, termasuk memberikan suntikan dua 
dosis ephinephrin untuk mencegah gagal jantung.

Beberapa pemandu gunung lainnya juga tiba untuk melakukan pertolongan, 
tetapi tak berhasil. Pungkas diperkirakan meninggal dunia Senin (7/7) 
pukul 09.40 waktu setempat atau Selasa (8/7) pukul 20.00 WIB.

Ketua Kwartir Nasional (Kakwarnas) Gerakan Pramuka, Prof Dr dr Azrul 
Azwar, MPH, menganggap pendakian ke puncak Mt McKinley di Alaska yang 
dilakukan Pungkas Tri Baruno, tidaklah sia-sia. “Adik Pungkas adalah 
pahlawan bagi Gerakan Pramuka,” ujar Azrul Azwar sambil menambahkan 
bahwa seluruh jajaran Gerakan Pramuka turut berduka cita dengan 
meninggalnya Pungkas.

Saat ini, jenazah Pungkas tengah dalam evakuasi menuju /base camp/ 
sebelum dibawa ke Talkeetna dengan helikopter, dan selanjutnya dibawa ke 
Anchorage. Dari Anchorage, baru akan dibawa pulang ke Jakarta dengan 
pesawat komersial, melalui Taipei. Diperkirakan jenazah akan tiba di 
Jakarta, Minggu (13/7) atau Senin (14/7).

Pungkas merupakan anggota Tim Ekspedisi Tunas Indonesia 2008 yang 
dibentuk Kwartir Nasional, untuk memperingati 100 tahun Kebangkitan 
Nasional atau 100 tahun Gerakan Kepanduan Sedunia. Selain Pungkas dan 
Hartman, pendaki lainnya adalah Zulfa Ahyar. Namun, Zulfa tak 
melanjutkan pendakian, karena mengalami cedera pada kakinya. Pimpinan 
pendakian ini adalah I Gusti Bayu Tresna, pengurus Kwartir Nasional 
Gerakan Pramuka yang juga merupakan pencinta alam berpengalaman.

Pendakian ke Gunung McKinley dilakukan karena puncak gunung itu 
merupakan salah satu dari tujuh puncak gunung tertinggi di dunia atau 
yang dikenal oleh para pendaki gunung sebagai /the seven summits/. 
Sebelum berangkat, anggota Tim Ekspedisi Tunas Indonesia 2008 sudah 
menjalani pelatihan sejak Januari 2008 dan mendapat dukungan penuh dari 
para instruktur berpengalaman yang pernah menjadi anggota 
Indonesia-Everest 1997.

*Layak Mendaki*

Selain latihan fisik, anggotanya juga diperkenalkan pada suhu ekstrem 
dingin berkali-kali di Ice World Ancol, Jakarta Utara. Sebelum 
berangkat, tim medis telah memeriksa semua anggota dan dinyatakan layak 
untuk mendaki. Di Alaska, tim juga melakukan aklimatisasi atau 
pengenalan wilayah dan cuaca sekitar seminggu, sebelum mendaki menuju 
Gunung McKinley.

Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Adhyaksa Dault, telah mendapat 
laporan dan Adhyaksa berencana akan memimpin upacara penerimaan jenazah 
Pungkas saat tiba di Jakarta.

SUARA PEMBARUAN DAILY [B-8]

Pramuka, Masihkah Milik Kita ?

Internalisasi Kembali Nilai – Nilai Kepramukaan
MENDENGAR kata pramuka, orang tentu berasumsi bulan Agustus, lantaran aktivitasya nyaris hanya bisa dilihat masyarakat pada bulan tersebut. Sedang bulan-bulan lain kata pramuka seolah hanya menjadi pengisi satu sudut kecil kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, yang tidak semua Gugus Depan aktif melaksanakannya.
Sekadar merefleksi saja, pramuka memang organisasi yang dari zaman kolonial sampai zaman yang reformasi ‘diidolakan’ oleh pemerintah. Simak saja berbagai upaya yang membangun pramuka secara holistik, baik dari segi usia maupun instansi pemerintah. Semua siswa usia 7-25 tahun dikelompokkan dalam kategori peserta didik, 25 tahun ke atas pembina, dan mereka yang usia lanjut dihimpun dalam Hiprada dan Pandu Wreda.
Tidak ketinggalan, di berbagai instansi dari kelurahan sampai pusat, para Kepala Kelurahan/ Kepala Desa, Camat, Bupati/Walikota, Gubernur, Presiden tidak bisa ‘mengelak’ untuk menjadi pramuka. Kepolisian dengan Saka Bhayangkara, Angkatan Laut dengan Saka Bahari, Angkatan Udara dengan Saka Dirgantara, Kehutanan dengan Saka Wana Bakti, Kesehatan dengan Saka Bakti Husada, Keluarga Berencana dengan Saka Kencana, Pariwisata dengan Saka Pandu Wisata, dan Saka-saka lain yang merupakan manifestasi pramuka dalam upaya memberikan pendidikan bagi generasi muda.
Parpol Pramuka?
Pada pertemuan pembina pramuka, saya pernah berkelakar andai saja pramuka jadi ‘partai politik’ barangkali dapat memenangkan pemilu. Alasan saya sederhana lantaran secara keanggotaan semua orang sudah pernah menjadi pramuka dan merasakan betapa kegiatan pramuka penuh nuansa ‘ikhlas bakti bina bangsa berbudi bawa laksana’.
Sudah saya tebak sebelumnya bahwa ide guyon tersebut tidak mendapat sambutan. Semua pembina pramuka yang hadir menyatakan tidak sependapat dengan apa yang saya lontarkan. Bahkan ada yang menggapai serius berdirinya pramuka bukan untuk menyusun kegiatan yang menjurus ke partai politik namun lebih terfokus kepada pembinaan generasi muda.
Dalam benak ‘umpan saya terpancing’. Apa yang saya lontarkan sebenarnya hanya sebuah pencerahan pemikiran lantaran sudah lama stakeholders pramuka hanya berpandangan homogen. Tidak pernah ada dinamika pemikiran yang merupakan refleksi dari perlunya pramuka untuk berwawasan ke depan memikirkan negeri Indonesia.
Dalam kondisi negara yang tidak menentu, apa yang dilakukan pramuka cenderung sama dengan kondisi negara sebelumnya. Simak saja berbagai kegiatan pramuka dari siaga, penggalang, penegak/ pandega, dan pembina selalu menampilkan aktivitas yang monoton. Para pembina pramuka hanya berpikir kegiatan pesta siaga, jambore, raimuna, dan karang pamitran dari zaman dulu sampai sekarang tanpa memiliki dinamika aktivitas yang heterogen.
Secara konsep sebenarnya tidak ada orang yang meragukan organisasi yang berlambang tunas kelapa tersebut. Hal ini lantaran keberadaannya cukup terbukti mampu mengakomodasi kekuatan dan aktivitasnya cenderung ‘baik’. Hampir tidak pernah ada berita di media mengenai tindak kejahatan dan kriminal yang berlabel pramuka.
Yang menjadi bahan renungan barangkali bukankah para pelaku tindak kejahatan tersebut ketika sekolah juga pernah menjadi anggota pramuka? Nilai apakah yang mereka serap dan teladani dari kegiatan pramuka? Bukankah pramuka selalu berkampanye dengan untaian lagu: ‘pramuka siapa yang punya, pramuka siapa yang punya, pramuka siapa yang punya, yang punya kita semua’. Kata ‘kita’ yang dimaksud adalah seluruh bangsa Indonesia.
Konsekuensi logis dari lagu tersebut adalah rasa handarbeni terhadap gerakan pramuka sehingga segala pikiran, ucapan, dan tindakan senantiasa berpedoman pada Tri Satya dan Dasa Darma. Realitas di lapangan belum sepenuhnya anggota gerakan pramuka mengamalkan nilai-nilai luhur tersebut.
Lihat saja tayangan iklan di televisi dengan setting pramuka yang memamerkan produk sepatu terkenal, tanda-tanda /atribut pramuka yang dikenakan tidak benar, seperti pemasangan tanda pelantikan pramuka ‘laki-laki’. Hal serupa juga terulang pada penayangan sinetron Bidadari 2 yang mengambil setting kegiatan pramuka beberapa hari lalu.
“Bawa Laksana”
Sejujurnya, konsep ikhlas bakti bina bangsa berbudi bawa laksana sangatlah cocok untuk negeri Indonesia, bukan ‘ikhlas harta demi kedudukan’. Hal menarik dari konsep tersebut semata-mata mengajak seluruh komponen bangsa agar memberikan setitik bakti untuk negeri ini, senantiasa teguh pada pendirian, dan menepati apa yang dikatakan.
Dalam etika Jawa dikenal satu ungkapan yang berbunyi sabda pandhita ratu, tan kena wola-wali, yang dapat dimaknai bahwa seorang pemimpin haruslah konsekuen untuk mewujudkan apa yang telah diucapkan. Kristalisasi dari ungkapan itu adalah perlunya pemimpin memiliki sifat bawa laksana. Dalam filsafat jawa, seorang raja (dan tentunya, demikian pulalah seorang pemimpin) harus memiliki sifat bawa laksana disamping sifat-sifat baik lainnya.
Ini tercermin dari ungkapan yang sering diucapkan Ki Dalang dalam setiap lakon wayang, yang berbunyi: dene utamaning nata, berbudi bawa laksana (sifat utama bagi seorang raja adalah bermurah hati dan teguh memegang janji).
Sifat bawa laksana dianggap mempunyai nilai yang sangat tinggi, sehingga ia harus dimenangkan apabila terjadi berbenturan dengan nilai-nilai lain, termasuk nilai-nilai keadilan dan kebenaran. Etika bawa laksana ini mengandung nilai yang bersifat universal. Di mana pun dan kapan pun juga, sikap tersebut pasti diakui sebagai mengandung nilai filsafat yang baik dan perlu dipegang teguh oleh semua orang.
Lantas, bagaimana dengan etika bawa laksana pemimpin negeri ini? Tanpa memberi komentar yang berlebihan, masyarakat barangkali sudah dapat memberikan penilaian terhadap kinerja para pemimpin negeri ini. Bercermin pada perilaku pramuka yang kental dengan nuansa ikhlas bakti bina bangsa dan berbudi bawa laksana agaknya dapat dijadikan pengobat kegelisahan negeri yang mendapat julukan zamrud katulistiwa. Selaras dengan tema HUT ke-42 Pramuka yang dicanangkan Kwarda Jateng yakni:
‘Bersatu dalam Kebersamaan dan Bersama dalam Persatuan’ Gerakan Pramuka selayaknya menjadi pelopor perlunya merekatkan kembali nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa menuju terciptanya kebersamaan untuk membangun bangsa di tengah-tengah kehidupan yang mengglobal. Setidaknya ada beberapa hal yang patut direnungsarikan sebagai bekal gerakan pramuka dalam menjadi pelopor persatuan dan kesatuan bangsa.
Pertama, pertajam serangkaian kegiatan yang bernuansa persatuan secara spesifik dengan mengaktifkan kegiatan di gugus depan sebagai basis pembinaan generasi muda.Kegiatan bersifat beregu yang merupakan refleksi dari pentingnya kebersamaan perlu ditingkatkan lebih aplikatif sebagai wujud pengalaman Dasa Darma pramuka.
Kedua, konsisten dan disiplin dalam menjalankan tugas sebagai internalisasi dari semboyan pramuka: ikhlas bakti bina bangsa berbudi bawa laksana. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan intensitas kegiatan bakti, baik kepada sesama dan lingkungan sekitar sebagai bentuk pengalaman Dasa Darma ke-2, cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
Ketiga, mengamalkan nilai-nilai luhur gerakan pramuka dalam kehidupan sehari-hari dan responsif terhadap berbagai fenomena yang terjadi di lapangan. Wujud nyatanya dengan berpikir, berucap, dan bertindak yang baik dalam selubung kehidupan yang pluralis. Selebihnya menindakkritisi berbagai gagasan-gagasan yang bersifat inovatif demi kemajuan pramuka di masa depan.
Keempat, senantiasa menjalin interaksi dan koordinasi dengan organisasi lain dalam upaya membangun negeri Indonesia. Hal ini didasari atas pentingnya kebersamaan selaras dengan pepatah: ‘Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh’ Kebersamaan tersebut juga dapat menepis asumsi sementara orang bahwa pramuka adalah organisasi yang dijadikan ‘anak emas’ pemerintah.
Memandulah terus suatu saat akan kau temukan sesuatu yang indah! Dirgahayu Gerakan Pramuka! Semoga masih menjadi milik ‘kita’ semua sehingga mampu menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa demi masa depan Indonesia tercinta. (artikel dipublikasikan pada 14 Agustus 2003 di Harian Suara Merdeka Semarang )
*Trimo, SPd, S2 Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Semarang, Andalan Kwarcab Kabupaten Kendal.